Gabung dan Daftarkan diri anda di Situs Judi Bola - Bandar Casino Online KasirJudi.com, Maka anda akan mendapatkan Bonus Sportsbook 20% Kepada Member baru, Bonus Judi Casino Online 5% Cashback, Rolling Taruhan Poker Online 1%, Cashback hingga Rp. 3.000.000 dengan Minimum Deposit Rp. 50.000

Set Piece yang Sangat Berbahaya Bernama Korner

Para pencinta sepakbola di era 90-an tentunya masih ingat momen dramatis dimana Manchester United berhasil membalikkan keadaan dan menjadi juara Liga Champions. Tertinggal 0-1 dari Bayern Muenchen, United terus agresif menggempur pertahanan lawan.

Set Piece yang Sangat Berbahaya Bernama Korner

Set Piece yang Sangat Berbahaya Bernama Korner

Bahkan kiper Peter Schmeichel pun sampai berjibaku dan maju ke pertahanan lawan untuk membantu teman-temannya menjebol gawang Muenchen. Sampai akhirnya pada masa injury time tendangan korner dari David Beckham dua kali menimbulkan kemelut di depan gawang yang berujung pada dua gol penentu kemenangan.

Faktanya, data statistik dari Opta mencatat bahwa tipikal set piece seperti ini sebenarnya hanya memiliki rasio efektif mencetak gol sebesar 3,2%. Dengan kata lain, gol dari korner tidaklah lebih dari sekedar kebetulan jika tidak ingin disebut keberuntungan.

Menariknya, jumlah gol korner di Premier League terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Dari 0,32 gol per pertandingan hingga 0,38 gol per pertandingan. Lalu, mengapa rasio efektivitas gol korner hanya mencapai 3,2%? Mari kita lakukan kalkulasi sederhana.

Jika suatu pertandingan menghasilkan 10 korner dan terdapat 10 pertandingan pada satu matchday, maka total akan terjadi 100 korner pada satu matchday. Dengan rasio efektivitas 3,2%, itu berarti ada 3-4 gol yang akan terjadi pada satu matchday Premier League. Dengan kata lain, korner sebenarnya merupakan salah satu senjata yang paling efektif untuk mencetak gol pada suatu pertandingan. Meskipun tidak seefektif dengan serangan langsung di dalam kotak penalti, korner jelas lebih baik dibandingkan dengan tendangan spekulasi atau bahkan tendangan bebas sekalipun.

Hal menarik dari Premier League adalah jumlah korner yang tergolong tinggi untuk suatu pertandingan. Pertandingan Stoke City vs Leicester City misalnya, menjadi salah satu pertandingan dengan korner terbanyak dimana terjadi lebih dari 20 korner sepanjang pertandingan berlangsung. Potensi terjadinya satu gol lewat korner jelas lebih besar dari yang dibayangkan.

Sayangnya, perkembangan sepakbola modern relatif mengesampingkan korner dibandingkan serangan langsung. Wajar saja mengingat efektivitas serangan di area penalti tentunnya lebih tinggi sekaligus menjamin terjadinya gol. Sekalipun begitu, tim-tim seperti West Bromwich Albion, Leicester City, atau Manchester United tahu betul bahwa mereka tidak bisa membiarkan peluang gol dari korner. Apalagi jika berkaca pada Manchester United class of 92 yang dipenuhi oleh penendang set piece terbaik dunia seperti David Beckham, Ryan Giggs, atau Paul Scholes.

Sekalipun korner memang tidak lagi menggoda bagi tim-tim yang mengusung sepakbola modern, namun korner tetaplah menjadi bumbu penyedap yang sayang untuk dilewatkan pada pertandingan sepakbola. Siapa tahu pertandingan berubah arah tiba-tiba layaknya Manchester United yang berhasil menjadi juara Liga Champions dikarenakan korner dadakan.